Common Mistakes in English by (mostly) Indonesian

Setiap orang yang belajar bahasa terutama bahasa Inggris pasti mengalami kesalahan berbahasa. Sistem bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sangat berbeda, sehingga membuat kita mencampur aduk dua bahasa tersebut.

common mistake

Jangan khawatir, itu hanya sebuah proses menuju hasil yang baik. Berikut beberapa saran yang dapat memperbaiki proses belajar kita:

1. Problem with Present Tense
Incorrect : I am agree with you
Correct : I agree with you

2. Problem with Determiner
Incorrect : I don’t know about this. I don’t know too.
Corrcet : I don’t konw either.
http://dictionary.cambridge.org/grammar/british-grammar/neither-neither-nor-and-not-either

3. Probelm with Diction
Incorrect : Can you borrow me a pen?
Correct : Can you lend me your pen? Can I borrow your pen?
http://dictionary.cambridge.org/grammar/british-grammar/lend-or-borrow

4. Problem with Present Perfect
Incorrect : Do you ever go to Japan before?
Correct : Have you ever been to Japan before?

Grammar – Present Perfect I: Have you ever been to. . . ?

5. Problem with Transitive Verb
Incorrect : Come and join with us!
Correct : Come and join us!
http://www.thefreedictionary.com/join
Continue reading “Common Mistakes in English by (mostly) Indonesian”

Ini Syarat Bebas Visa Ke Jepang untuk WNI dan Bentuk Stikernya

Kabar gembira, untuk kita semua….

Bagi WNI yang mau berlibur ke Jepang, ada kemudahan yang diberikan pemerintah Jepang untuk masuk dan berlibur ke negeri Sakura ini.

Mulai Desember 2014, Orang Indonesia telah bebas visa ke Jepang dengan waktu tertentu, alias tanpa “apply” visa Jepang lagi di Kedutaan Besar atau Konsulat Jepang di Indonesia dengan syarat berikut:

 

1. Paspor RI Elektronis (E-Passport Republic of Indonesia)

Paspor kita harus E-Passport dengan chip (biaya Rp.655.000,-).

Masa berlaku Paspor E tidak boleh kurang dari 6 bulan.

WNI tidak dalam daftar/ masa Pencegahan (alias Cekal).

Pembuatan Paspor E bisa diajukan di Kantor Imigrasi berikut ini:

ditjenim epaspor

Tautan bisa dicek: http://www.imigrasi.go.id/index.php/en/ Continue reading “Ini Syarat Bebas Visa Ke Jepang untuk WNI dan Bentuk Stikernya”

Kaji Ulang! 5 Negara Akan Bebas Visa ke Indonesia Tahun 2015

Rencana 5 Negara Akan Bebas Visa ke Indonesia Tahun 2015

Mulai akhir tahun ini, lima negara akan bebas masuk Indonesia tanpa visa. Kebijakan dilakukan untuk memperbanyak masuknya wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Memang ini instruksi Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan wisatawan sebanyak 10 juta wisman tahun 2015 menjadi 20 juta wisman tahun 2019.

Menteri Pariwisata menjelaskan, lima negara itu ialah Tiongkok, Australia, Rusia, Jepang dan Korea Selatan. Faktanya, dengan membebaskan visa lima negara itu, tidak banyak menambah devisa negara, hanya menambah kuantitas wisman. Saat ini, wisman dari lima negara itu wajib membayar visa kunjungan saat kedatangan (VKSK) sebesar US$35/orang/kunjungan/30 hari dan bisa diperpanjang 1 kali selama 30 hari.

 

Sampel Pendapatan Negara Bukan Pajak

Sebagai sampel, di Imigrasi Bandara Internasional Ngurah Rai, dengan bebas visa, mereka tidak bayar VISA seharga US$35/orang/kunjungan dan bisa diperpanjang 1 kali untuk 30 hari. Berikut perkiraan perinciannya:
Turis asal Tiongkok di Bali sekitar 80.000 orang per bulan x US$35 = US$2.800.000

Turis asal Australia di Bali sekitar 70.000 orang per bulan x US$35 = US$2.450.000

Turis asal Rusia di Bali sekitar 40.000 orang per bulan x US$35 = US$1.400.000

Turis asal Jepang di Bali sekitar 30.000 orang per bulan x US$35 = US$1.050.000

Turis asal Korsel di Bali sekitar 20.000 orang per bulan x US$35 = US$700.000

 

Total Loss
Negara kehilangan pemasukan sebesar = US$8.400.000/bulan melalui Ngurah Rai saja.

Belum bandara internasional lain, pelabuhan laut lain dan pos lintas batas. Belum yang perpanjangan visa sebesar US$35/orang/perpanjangan, serta belum mereka yang overstay (melebihi masa tinggal) yang harus membayar denda Rp300.000/orang/hari.

Jika lima negara tersebut tidak bebas visa, Indonesia mendapat pendapatan dari visa US$35/orang/kunjungan dan pendapatan dari PPN (hotel, pesawat, restaurant dsb.). Tapi sayang, dengan bebas visa, negara hanya memperoleh pendapatan dari PPN saja.

Tak Hanya Wisata

Wisman datang ke Indonesia tak sebatas liburan atau berwisata. Mereka berbisnis, rapat, presentasi, rohani dsb. Rata-rata lama kunjungan wisman asal Tiongkok, Jepang dan Korsel antara 3 hingga 7 hari di Bali. Apakah ini juga meningkatkan devisa negara dari PPN jika lama kunjungan hanya 3 hingga 7 hari? Tak sedikit pula WN Tiongkok yang bekerja dan bermasalah di Indonesia.

Perhitungan Devisa Pak Menteri

Ini hitung-hitungan bapak Menteri, “Memang untuk penambahan 500 ribu ini kita kehilangan 35 dolar ongkos fee per orang. Jadi seluruhnya 11,5 juta dolar kita hilang. Tapi pemasukan yang akan didapat nanti, dengan pengeluaran wisman di Indonesia per wisman 1.200 dolar, maka pemasukan ke Indonesia minimal 40 juta dolar per tahun,”

Tak Saling Bebas Visa

5 negara bebas visa ini baru Jepang yang bersifat resiprokal (saling bebas visa), bagi WNI yang akan ke 4 negara (Tiongkok, Australia, Rusia, dan Korsel) wajib menggunakan visa dari kedutaan.

Perbaiki Infrastruktur Pariwisata

Untuk meningkatkan wisman, sebaiknya segera perbaiki infrastruktur, akses (jalan, jembatan, trotoar dsb.), informasi (directory/map/legend), transportasi (transportasi umum: bus, kereta, kapal dsb.), serta fasilitas (air, listrik, bahan bakar dsb.).

 

Semoga kebijakan ini dikaji ulang demi kedaulatan negara yang tak terkesan dijual bahkan diobral. Saya yakin dan mendukung pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur, akses dan fasilitas secara bertahap, tapi membebaskan visa lima negara demi tingkatkan wisman dan devisa jangan jadi prioritas.

Tipe Dosen Dari Cara Mengajar

Tipe Dosen (Dari Cara Mengajar)

1. Ada dosen yang mengajar dengan menampilkan dan menerangkan ‘slide’ Ppt sambil duduk di bangku dosen tanpa menyentuh spidol dan papan tulis sedikit pun.

2. Ada dosen yang jarang masuk kelas dan langsung memberi tugas menumpuk ketika masuk kelas meski materi itu belum diajarkan.

3. Ada dosen yang “mencerocos” tanpa henti dalam menerangkan materinya.

4. Ada dosen yang menjelaskan dengan penuh perhatian, membuka sesi tanya jawab, memperhatikan mahasiswa/i nya yang belum mengerti, memberi apresiasi, membuat aktif kelas, berdiskusi, membimbing, menerima komentar dan kritik.

kesimpulan: banyak dosen yang hanya sebatas alih pengetahuan (transfer the knowledge), yang penting menjelaskan dan memberi tugas.

sumber: pengalaman belajar dan mengajar pribadi.
inspirasi: Much. Asy’ari Nasran

Para Capres tak Sentuh Masalah Keimigrasian

PILPRES 2014 DAN KEIMIGRASIAN

 

Debat Capres Ke-3

Para Calon Presiden dan Wakil Presiden yang bertarung di Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014 telah melewati 5 Debat Capres 2014 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Visi, misi dan program dijabarkan secara gamblang dan terperinci. Pada debat ke-3 Minggu 22 Juni 2104, mereka bertatap muka, berdebat dan berdiskusi tentang politik internasional dan ketahanan nasional. Capres Prabowo Subianto menegaskan bahwa pentingnya kesejahteraan rakyat Indonesia, diplomasi soft power, ketahanan nasional, ketahanan pangan, serta melindungi sumber daya alam Indonesia dari kebocoran luar negeri. Sementara Capres Joko Widodo menggagas adanya ‘drone’(pesawat pengintai tanpa awak), poros maritim dunia, penguatan militer, perlindungan TKI, dukungan kepada kemerdekaan Palestina, diplomasi, serta peningkatan kepercayaan hubungan dengan Australia.

 

Masalah Keimigrasian

Apa lacur, kedua Capres belum menyentuh isu keimigrasian sedikitpun. Walau Capres Jokowi menyinggung peninggkatan hubungan dengan negara tetangga terutama Australia, tapi belum dijelaskan substansi masalah yang perlu diselesaikan dengan Australia. Masalah politik internasional dan ketahanan nasional tidak hanya seputar kekuatan militer. Masih banyak permasalahan internasional dan ketahanan nasional semisal masalah perbatasan, keimigrasian, kewarganegaraan ganda, pencari suaka atau pengungsi dengan sebutan manusia perahu hingga imigran gelap di Indonesia.

 

CIQ Dalam Kampanye

Bicara politik internasional dan ketahanan nasional tentunya bicara kekuatan militer dan peningkatan CIQ atau Customs (bea dan cukai), Immigration (imigrasi) serta Quarantine (karantina) disertai kekuatan diplomasi luar negeri melalui perwakilan Republik Indonesia di luar negeri: KBRI dan KJRI. Presiden Barrack Obama ketika berkampanye, menegaskan mengenai reformasi keimigrasian di Amerika Serikat khususnya imigran gelap dari Meksiko yang melintasi perbatasan AS-Meksiko, pemberian dokumen keimigrasian ke sejumlah pemuda dan keluarga pendatang. Perdana Menteri Tony Abbott, pada saat kampanye, menegaskan kebijakan keimigrasian yang menjadi isu penting terkait ketahanan nasional Australia ihwal pencari suaka yang selalu masuk ke Australia dengan perahu.

 

Tak Dongkrak Suara

Patut diakui, kampanye berisukan keimigrasian belum menjadi hal penting bagi kedua Capres, pemilih serta pengamat dan pakar. Pasalnya, isu keimigrasian tidak dapat mendongkrak suara pemilih di Pilpres 2014. Parahnya, dalam tiap debat Capres, para pengamat, pakar dan pemilih hanya berfokus pada siapa yang unggul dalam debat itu, bahkan ada yang memberikan skor layaknya sepak bola: 1-0 untuk Capres tertentu, atau Capres “X” kalah telak hingga 6-0.

 

Geografis Strategis

Faktnya, Indonesia berada di posisi geografis yang sangat strategis (benua dan samudera), negara kepulauan (sekitar 17.506 pulau), perbatasan yang luas (batas laut teritorial, batas Zona Ekonomi Ekslusif/ ZEE, batas landas kontinen), perbatasan dengan negara Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Australia, Papua Nugini, serta Timor Leste.

 

Pengungsi dan Pencari Suaka

Dengan demikian, permasalahan keimigrasian kerap timbul berupa pelanggaran keimigrasian: keluar masuk manusia ke/dari wilayah Republik Indonesia baik melalui darat, laut dan udara. Dua Capres Pilpres 2014 tidak memunculkan gagasan kebijakan keimigrasian ataupun reformasi keimigrasian terutama ketegasan Indonesia dalam memberi solusi kepada para pengungsi dan pencari suaka menuju Australia yang “tersangkut” di wilayah NKRI, bukan dengan menangkap, memenjarakan dan “memelihara” mereka. Padahal, Australia telah meratifikasi Konvensi Pengungsi tahun 1951 bahwa Australia menyetujui untuk menampung para pengungsi dan pencari suaka sesuai kriteria UNCHR, bukan untuk mengembalikan mereka apalagi “menghadiahkannya” kepada Indonesia melalui International Organization of Migration (IOM). Negara Prancis dan Jerman (pihak setuju Konvensi Pengungsi) pun kerap dibanjiri pengungsi dan pencari suaka dari negara Afrika dan Asia Selatan, tetapi mereka tidak egois dengan langsung menolak para pengungsi.

 

Diaspora Indonesia

Selain itu, perlu diangkat isu kewarganegaraan ganda yang telah diperjuangkan melalui dua kali kongres diaspora (CID-Congress of Indonesian Diaspora) di Amerika Serikat dan Indonesia. Naga-naganya, mereka terus memperjuangkan status kewarganegaraan ganda bagi anak kawin campur (dari orang tua berbeda kebangsaan), meski telah diatur dalam Undang-undang Nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan (salah satunya) berisi kewarganegaraan ganda terbatas.

 

Indonesia-Australia

Dua Capres tidak mengangkat isu penyelundupan manusia, padahal PM Abbot telah berpidato “I would go to Indonesia to renew our cooperation against people smuggling. I would, of course, politely explain to the Indonesian government that we take as dim a view of Indonesian boats disgorging illegal arrivals in Australia as they take of Australian importing drugs into Bali”, kurang lebih “saya akan ke Indonesia untuk memperbarui perjanjian bersama perihal penyelundupan manusia. Pastinya saya akan menyampaikan dengan santun kepada pemerintah Indonesia terkait berita sejumlah perahu yang membawa pendatang ilegal ke Australia sekaligus bagi yang membawa obat terlarang (narkotika) ke Bali”. Hal ini menyangkut manusia perahu dan kasus S. Corby si ratu ekstasi yang telah meminta ampun kepada presiden SBY.

 

Reformasi Imigrasi

Belum lagi masalah dokumen keimigraisan bagi yang melintas melalui pos lintas batas keimigrasian, sistem teknologi dan informasi keimigrasian yang akurat dan efektif, peningkatan pengawasan dan penindakan bagi pelanggar keimigrasian sesuai dengan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, kebijakan visa (izin masuk) dan izin tinggal di Indonesia, alat komunikasi dan transportasi, serta peningkatan kesejahteraan petugas imgirasi di lapangan dan perbatasan.

Intinya, kebijakan keimigrasian dan reformasi keimigrasian perlu dibahas dan dilakukan oleh Presiden RI 2014-2019 demi kedaulatan dan ketahanan Republik Indonesia yang kuat dan berwibawa dalam rangka menjaga pulau-pulau terluar, perbatasan bahkan kelautan, pastinya tidak sebatas wacana nan retorika politik internasional dan ketahanan nasional belaka.

 

Ridwan Arifin

Juli 2014

Pie Susu Asli Bali, Special Pie Made in Bali

 

 

Pie Susu Asli “Enaaak” ini sudah sejak tahun 1989 merupakan makanan ringan khas Bali.

Ada dua rasa: rasa original pie susu dan rasa coklat.

20140118_111637 20140118_111650

Tidak sulit untuk mendapatkan makanan ini sebagai oleh-oleh buat teman, sahabat dan keluarga.

Harganya cukup terjangkau. Paket satu kotak seharga Rp25.000,- isi 25 pie susu dan paket satu kotak lagi seharga Rp50.000,- isi 50 pie susu.

20140118_111711 20140118_111728

 

Rasanya lezat dan gurih, yang pasti Halal… Mau beli pie susu asli, bisa didapat di toko pusat di Jl. Nangka No.163 Denpasar Bali dan dua cabang toko lainnya di Denpasar juga.

20140118_11210520140118_111847

Ini dia dus nya…hehehe…Pie susu adalah cemilan khas Pulau Bali yang lezat. Sebagai salah satu Oleh-oleh Khas Bali, pie susu sangat tepat dipilih karena halal, murah dan enak. Diproduksi di salah satu sudut Kota Denpasar, Bali, kemudian pie susu ini memiliki nama harum ke seluruh penjuru negri karena kelezatannya.

 

 

 

 

 

20140118_11183920140118_111813

 

 

 

 

Selain itu, Bahan dasar pie susu ini adalah tepung terigu, susu, telur, dan mentega. Bahan-bahan diolah dengan cara yang baik, sehingga mutunya terjamin. Pie susu ini diproduksi dalam skala industri rumah tangga, namun telah terregistrasi oleh Depatemen Kesehatan yang nomornya bisa dilihat pada bagian kemasan produk

20140118_111759

Selamat menikmati Pie Susu Asli!!

Sumber: http://www.piesusuaslienak.com/product_us.html

Sebutan Lain Untuk IBU & Lagunya

Ibu => biyung, bok, bunda, emak, embuk, emcok, encim, ibunda, incim, induk, indung, injin, mak, mama, mami, mandeh, uai, umi, mimih, dsb.

Arti “ibu” => wanita yg telah melahirkan seseorang.
Mengalami perluasan makna => sebutan untuk wanita yang sudah bersuami; panggilan yang takzim kepada wanita baik yang sudah bersuami maupun yang belum.

Lagu Bertema IBU

Berikut beberapa lagu bertema Ibu sebagai penghargaan untuk ibu kita:

  • Melly Goeslow – Bunda
  • Iwan Fals – Ibu
  • Girls’ Generation – Dear. Mom
  • coboy jr. – mamah
  • Mother How Are You Today?  – Maywood
  • Mama  – Panbers
  • Cinta Untuk Mama – Kenny
  • Mama – Celine Dion
  • Mama – Il Divo
  • Mama – Spice Girls

 

Sejarah Hari Ibu di Indonesia

Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung Dalem Jayadipuran, yang sekarang berfungsi sebagai kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional dan beralamatkan di Jl. Brigjen Katamso. Kongres dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Selamat Hari Ibu!

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu