Making an Adjective with Suffix -y (Translating Adjective into Indonesian)

In English, you can make an adjective by adding suffix -y after the noun. We have already known some words likewise smelly, cloudy, sleepy, moody, noisy etc. Remember, words in language are very

adjective with suffix

Following are some common adjective words added by suffix -y:

Noun (n) + y = Adjective (adj.)
1. Chewy (kenyal/alot)
Chew (n) + Y = Chewy
Chew (n) = a repeated biting or gnawing of something.
Chewy (adj.)= (of food) needing to be chewed hard or for some time before being swallowed.
Example: Everytime I cook a BBQ with steak the meat is so tough and chewy, that my jaws hurt to eat it.

2. Sticky (lengket)
Stick (n) + y = Sticky
Stick (n) = something resembling or likened to a stick, in particular
Sticky (adj.) = tending or designed to stick to things on contact.
Example: It stucks to me like glue, only with a sticky food.  Stuck to me like the caramel on an apple, caramel on a candy bar, icecream, marshmellow, gum on my shoe, etc.

3. Homey (nyaman seperti di rumah)
Home (n) + y = Homey
Home (n) = the place where one lives permanently, especially as a member of a family or household.
Homey (adj.) =(of a place or surroundings) comfortable and cosy.
Example: Well-worn furniture populated the homey main room, some no doubt the envy of an antique shop.

4. Picky (pemilih)
Pick (n) + y = Picky
Pick (n) = an act or the right of selecting something from a number of alternatives.
Picky (adj.) = very careful in choosing only what they like
Example = The children are such picky eaters.
Big companies can ​afford to be picky about who they hire.

5. Laggy (komputer/ponsel lama bereaksi atau prosesnya lambat/ ngelek/ngeleg)
Lag (n) + y = Laggy
Lag (n) = a period of time between one event and another.
Laggy (adj.) = slow connection of an internet, computer, smartphone.
Example: A laggy computer, internet connection, etc. is slow, resulting in a delay, or lag, in producing an image.

6. Fishy (bau amis)
Fish (n) + y = Fishy
Fish (n) =a limbless cold-blooded vertebrate animal with gills and fins living wholly in water.
Fishy (adj.) = relating to or resembling fish or a fish. Fishy smell.
Example: Upon this, Fleece, holding both hands over the fishy mob, raised his shrill voice, and cried

7. Touchy (sensi/sensitif berlebihan)
Touch (n) + y = Touchy
Touch (n) = an act of touching someone or something
Touchy (adj.) = easily upset or offended; oversensitive.
Example: She’s a little touchy about her age.

8. Showy (kinclong, bersinar, bersih, ngejreng)
Show (n) + y = Showy
Show (n) = a spectacle or display, typically an impressive one.
Showy (adj.) = attracting a lot of attention by being very colourful or bright, but without any real beauty; having a striking appearance or style, typically by being excessively bright, colourful, or ostentatious.
Example: Her ​dress was too showy for such a ​formal occassion. Beautiful showy girl with purple lips in green dress standing near the white curtains in the interior.

9. Handy (penolong, cekatan dalam bekerja, berguna)
Hand (n) + y = Handy
Hand (n) = the end part of a person’s arm beyond the wrist, including the palm, fingers, and thumb.
Handy (adj.) = skillful; convenient to handle or use; useful.
Example: Alex was handy in the kitchen. He is a handyman.

Other words: Shouty, Lossy, Gobby, Mouthy.

References:
http://sentence.yourdictionary.com
PLEASE DON’T SHOUT!

Inilah Beberapa Arti Kata “Terpapar”

Sejumlah Judul Artikel dengan Kata “Terpapar” 

Berselancar di dunia maya melalui mesin pencarian mbah Google, tetikus saya arahkan ke kolom pencarian, lalu menulis kata “terpapar”, lantas tekan tombol masuk di papan ketik. Alhasil, lema “terpapar” ada dalam ranah kesehatan, semisal “terpapar virus” atau “terpapar radiasi” dalam kalimat, Radiasi sinar ultraviolet akibat terpapar sinar matahari. Linimasa di media sosial pun ramai mewartakan bencana asap di Sumatera dan Kalimantan dengan korban dan penyintas yang “terpapar” asap.

Saya simak berita pagi satu televisi swasta dengan kalimat bertuliskan Warga memakai masker akibat terpapar abu vulkanik Rinjani, dan saya temukan judul artikel di Kompas 29 Oktober 2015, dengan tulisan “Korban Terpapar Cuaca…”.

Lantas, apa arti kata “terpapar” itu?

Dalam leksikografi bahasa Indonesia, kata ini berasal dari kata “papar” kelas verba yang direkam menjadi 3 lema berpolisemi dalam KBBI 2008.

Pertama…

“Papar” pertama berarti papak (tidak lancip), rata (untuk gigi), pesek/tidak mancung (untuk hidung), serta bagian belakang/punggung (untuk pisau, pedang). Dalam istilah geografi, kata “papar” dengan sufiks -an menjadi “paparan” merujuk pada dasar laut yang datar dan dangkal, seperti paparan benua.

Kedua…

Arti kedua “papar” atau “memapar” merupakan kegiatan menguraikan panjang lebar atau menjelasakan rinci yang akhirnya menjadi sebuah “paparan” berupa hasil penjelasan atau uraian yang dipaparkan oleh seorang “pemapar” melalui proses atau cara disebut “pemaparan”.

Ketiga…

“Papar” atau “memapar” arti ketiga terkait mencari orang untuk dijadikan kelasi (prajurit) dengan “pemaparan” yang merupakan sebuah proses, cara dan perbuatan memapar atau mencari prajurit.

Sinonim Kata “Terpapar”

Tesaurus Bahasa Indonesia karya munsyi Eko Endarmoko 2006, mencatat 2 lema “papar”.

Pertama, “papar”, “memaparkan” bersinonim dengan membeberkan, membentangan, memerikan, mencuraikan, mengagak-agihkan, mengelaborasikan, menggambarkan, menghamparkan, menguraikan, menjelaskan serta mensyarahkan.

Di lema kedua, muradif “papar” ialah dempak, guntung, leper, papak, pepat, repang; rata (gigi), penyek, pipih; demes, pesek (hidung).

Kateglo.com, situs tentang kamus, tesaurus dan glosarium bahasa Indonesia, merekam satu kata “terpapar” dalam glosarium, yakni ”rasio ginjal terpapar” diterjemahkan menjadi “exposure-odd ratio” untuk bidang kedokteran hewan dengan sumber Pusba (Pusat Bahasa).

Menerka Arti Kata “Terpapar”

Nah, jika menerka arti kata “terpapar” dalam temuan teks tersebut, maka “terpapar” cenderung bermakna “terkena” atau “terserang”. Sehingga dalam kalimat Warga memakai masker akibat terpapar abu vulkanik Rinjani bermakna bahwa warga terkena abu vulkanik Rinjani maka mereka memakai masker.

Kata “Terpapar” Bidang Kesehatan/Kedokteran

Namun, penelitian yang dimuat dalam jurnal Science Translational Medicine (15 November 2015),  menunjukan bahwa bayi yang kurang terpapar bakteri tertentu berisiko asma. Artinya, bahwa bayi yang kurang memiliki bakteri “baik” tertentu dalam usus halusnya dalam bulan-bulan pertama setelah lahir mungkin berisiko lebih tinggi terkena asma.

Kata “terpapar” ini dapat bermakna memiliki. Kata “terpapar”, beda dengan “terjangkit”, di bidang kesehatan, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi affected atau exposed seperti Childhood asthma risk affected by bacteria in early infancy. Sementara itu, berita dalam jaringan (daring/ online) koran nasional, berjudul “Jokowi Berkantor di Wilayah Terpapar Kabut Asap Hingga Sabtu” (29 Oktober 2015). Lema “terpapar” dalam konteks ini bisa mengacu pada makna “terdampak”.

Masukan untuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Bilamana demikian, kata “terpapar” telah meluas maknanya, atau malahan kita memang telah salah kaprah menggunakan kata ini. Niscaya, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi berikut dapat menambah satu lema “terpapar” (hal positif) di bidang kesehatan/ kedokteran dan satu lema “terpapar” di bidang bencana.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ridwan-arifinjazz/inilah-beberapa-arti-kata-terpapar_564a64c02323bd210e64ab45

3 Kata Ini Digunakan Keliru: Agar, Daripada, Sangat

Politisi, Pejabat Negara, perusahaan dan masyarakat kerap menggunakan kata “Daripada” dan “agar”  dengan keliru.

Khusus kata “sangat”, para netizen kerap menulis kata ini sangat keliru.

1. Daripada

Kata “daripada” untuk membandingkan bukan kata depan seperti ini:
– Kami lakukan penyelidikan daripada kasus penembakan tersebut…
Seharusnya,
– Daripada lapar, lebih baik saya makan dahulu, bukan?

KBBI mencatat,  da·ri·pa·da preposisi atau kata depan untuk menandai perbandingan: buku ini lebih bagus daripada buku itu.

2. Agar

Kata “agar” telah menjelma menjadi kata “mohon” atau “harap”. “Agar” itu berarti “Supaya” kan?

– Agar mematikan rokok sekarang!
– Agar mengambil nomor antrean demi kelancaran…!

Penggunaan kata “agar” harusnya dipakai untuk maksud dan tujuan tertentu seperti, “agar aman, mohon matikan telepon selular!”, atau “Polisi melakukan penyelidikan supaya mengetahui siapa pelakunya”.

KBBI merekam, agar merupakan kata penghubung untuk menandai harapan; supaya: kita sebaiknya banyak makan sayuran agar selalu sehat

3. Sangat

Apakah kata “sangat” bisa duduk di belakang kata sifat?
Lucu sangat…
Kamu ini lucu sangat…

Kata “sangat” ditulis di belakang kata sifat berarti “payah” atau “teruk” perihal penyakit, contoh: sakitnya bertambah sangat.

Padahal, kata “sangat” seharusnya menempati awal kata sifat seperti, “Kamu sangat lucu”, “saya sangat lelah”, “mereka sangat senang”, bahasa Inggrisnya, “I am really happy”, dst.

Tersua dalam KBBI, bahwa:

sa·ngat adverbia berarti (1) terlebih-lebih (halnya, keadaannya, dsb); amat; terlalu: rumahnya — jauh dr sini; (2) payah (tt penyakit); teruk: penyakitnya bertambah –; (3) sungguh-sungguh: Bapak diminta dng — supaya datang di kantor hari ini;

 

Mengapa terjadi demikian? karena tujuan penghalusan atau kesopanan atau penghormatan kepada kawan bicara. Mungkin kawan bicaranya seorang atasan, pimpinan atau publik. Tapi hasilnya keliru.

Mengapa terjadi dengan kata “sangat”? Mungkin karena ungkapan rasa yang berlebihan dari seorang netizen dalam menceritakan keadaannya di media sosial.

Kerancuan Kalimat Pasif Demi Kesopanan

Bahasa dipengaruhi banyak faktor, termasuk kekuasaan. Bangsa yang menganut sistem kekerajaan dan feodalisme seperti Indonesia, telah memengaruhi bahasa dan budaya yang dipakai di masyarakat.

Pengaruh Feodalisme

Kata seperti “perkenan, mohon, izin”, dst. merupakan ciri kata yang dipakai masyarakat dengan lapisan kelas sosial berbeda, bak seorang jongos ke abdi dalem atau raja. Tak ayal, kalimat “jika perkenan, bapak….” atau “mohon izin, ibu…” kerap ditemukan di kantor pemerintahan atau kepolisian bahkan kemiliteran. Memang sih, tujuannya adalah atas nama kesopanan. Tetapi, tidak juga menjadi “lebay” untuk mengucapkannya.

Selain kata bercita rasa feodal, bentuk kalimat pasif juga kerap dipakai untuk menunjukkan kesopanan.   Dalam kasus kalimat perintah berikut, kalimat pasif menjadi persuasif nan sopan bagi pembacanya. Sayangnya, kesalahan penempatan subjek dan objek dalam kalimat pasif berikut tak keruan.

kasus aktif pasif lion air

Sebenarnya mudah, tapi karena alasan kesopanan, menjadi rumit dan melipir. Kalimat perintah memang tidak memiliki subjek tersurat, melainkan tersirat.

Contoh kalimat perintah bentuk aktif:

“Tolong, buka pintu!” – tersirat kata “Anda” menjadi “Anda tolong buka pintu!”

“Harap, tutup jendela!” – menjadi “Harap Anda tutup jendela!”

Contoh kalimat perintah bentuk pasif:

“Tolong, buka pintu!” – menjadi “Tolong pintu dibuka!” – tersirat “oleh Anda”

“Harap, tutup jendela!” – menjadi “Harap jendela ditutup!” – tersirat “oleh Anda”

Untuk kalimat “Mohon Dijaga Barang Bawaan Anda” seharusnya “Mohon Barang Bawaan Anda Dijaga”, karena “barang bawaan anda” merupakan objek yang harus ditulis sebelum kata kerja pasif ( di-).

“Kabut Asap” atau “Polusi Asap”?

Apakah ada “Kabut” berjenis selain “Asap”? …jika media terus mewartakan “Kabut Asap” ketimbang “Gangguan Asap” atau “Polusi Asap” di Riau yang berasal dari kebakaran hutan/ kebun… Kabut biasa kita temukan di Puncak, dataran tinggi berudara sejuk/ dingin daerah pegunungan… Apakah “Kabut Asap” berasal dari terjemahan “SMOG – Smoke and Gas”?
-> Jelasnya, Kabut = Fog, Asap = Smoke

-> Media asing pun menyebutnya = Amid Smoke, Life goes on in Riau

-> arti Kabut Asap:
– campuran antara kabut dan asap (banyak terdapat di daerah industri) KBBI IV, 2008

Maka dari itu, KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) seharusnya tidak hanya menegur dan menindak siaran di TV hanya dari segi etika, estetika dsb. sesuai aturan penyiaran, tapi juga harus memerhatikan bahasa Indonesia yang digunakan dalam pewartaan, judul tayangan (terutama berbahasa Inggris), bahasa lisan dan tulisan. Seperti: Kecelakaan Maut, Kabut Asap, Evakuasi Pesawat, dsb. yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, tidak pas dengan Tata Baku Bahasa Indonesia dan EYD, dan judul berbahasa asing seperti Kick Andy, Indonesia Morning Show, dsb. Semoga KPI juga memerhatikan masalah kebahasaan baik lisan maupun tulisan di tiap tayangan televisi nasional.

 

Sistemik atau Sistemis

Dari perspektif ekonomi, apakah Bank Century berisiko sistemik? atau Bank gagal berdampak sistemik? Apa definisi systemic risk? Risiko sistemik akan terjadi jika penutupan sebuah bank menimbulkan dampak berantai berupa kegagalan (default) bank-bank lain, sehingga menyebabkan kerusakan (damage) pada sistem sektor finansial, khususnya industri perbankan.

Nah, saya tidak mau membahas masalah ekonomi, politik dan hukum kasus Bank Century. Penggunaan kata “sistemik” dan arti katanya membuat saya penasaran. Lantas saya mencari kata itu di beberapa leksikografi bahasa Indonesia baik cetakan maupun di dunia maya.

Arti “Sistemik” Continue reading “Sistemik atau Sistemis”

Bedanya ‘lebih jauh’ dan ‘lebih dekat’

Correct me If I’m wrong: -masalah semantik & sosiolinguistik

Mana yang benar?
“Aku ingin mengenalmu lebih jauh” atau “Aku ingin mengenalmu lebih dekat”

Penjelasan:
bisa keduanya sih,
–> ‘ingin mengenalmu lebih jauh’ = ‘want to know you more’ atau ‘want to know you further’

–> ‘ingin mengenalmu lebih dekat’ = ‘want to know you closer’

-> lebih jauh = lebih banyak = lebih lagi =lebih tentang informasi, data, dsb. seperti wawancara, interogasi, dsb. artinya mengenal ‘lebih jauh’ belum tentu lebih dekat tapi ‘lebih dekat’ = lebih tahu banyak tapi dengan intensitas tinggi artinya seperti PDKT.

-> mengenal lebih dekat konteksnya tidak hanya dalam interview atau interogasi, bisa dengan ngobrol2, chating, curhat dsb…jadi timbul rasa lebih dekat/intim