Indonesian Clipping Words (Pemotongan Kata dalam Bahasa Indonesia)

Arti Clipping

Clipping is the word formation process in which a word is reduced or shortened without changing the meaning of the word. For example:

  1. Advertisement = ad
  2. Popular = pop
  3. Politician = pol
  4. Government = govt
  5. Ambulance = ambo
  6. University =uni
  7. President = pres
  8. Veterinarian = vet
  9. Crocodile =croc
  10. Telephone = phone
  11. Situation Comedy = sitcom
  12. Science Fiction = sci fi
  13. Refrigerator = fridge

clipping 2

Clipping = Pemotongan/Pemangkasan/Pemendekan
Adalah sebuah proses pembentukan kata dengan cara memotong atau membuat pendek kata tersebut tanpa mengubah makna katanya.

Biasanya pemotongan ini dibentuk dengan memotong, menghilangkan atau memilah beberapa suku kata (syllable) hingga tersisa menjadi satu suku kata atau maksimum dua suku kata, seperti: gymnasium [gym-na-sium = 3 suku kata] menjadi gym (1 suku kata).

Forming words by clipping usually shortens or reduces some syllables into one syllable at least, or two syllables at most, likewise magazine [ma-ga-zine = 3 syllables] into mag (1 syllable).

Jenis-jenis pemotongan kata (types of clipped words):

  1. Back-clipping (pemotongan bagian belakang)
  2. Fore-clipping (pemotongan bagian depan)
  3. Middle-clipping (pemotongan bagian tengah)
  4. Complex-clipping (pemotongan campuran/kombinasi)

Scrabble

Berikut daftar pemotongan/pemangkasan kata dalam bahasa Indonesia (Indonesian clipping words):

  1. Bapak = pak
  2. Adik = dik
  3. Kakak = kak
  4. Ibu = bu
  5. Kakek = kek
  6. Sobat = sob
  7. Abang = bang
  8. Sayang = say
  9. Cinta = cin (bahkan cyiin)
  10. Terima kasih = trims
  11. Informasi = info
  12. Demonstrasi = demo
  13. Memorandum = memo
  14. Situasi komedi = sitkom
  15. Influensa = flu
  16. Labaoraturium = lab
  17. Perpustakaan = perpus
  18. Dokter = dok
  19. Profesor = prof
  20. Modifikasi = modif
  21. Rekomendasi = rekom
  22. Selebriti = seleb
  23. Otomotif = oto
  24. Komentar = komen
  25. Notifikasi = notif
  26. Konsultasi = konsul
  27. Darah tinggi = darting
  28. Karbohidrat = karbo
  29. Telepon seluler = ponsel
  30. Orisinal = ori

dan masih banyak lagi kata dalam bahasa Indonesia yang mengalami pemotongan atau pemangkasan kata menjadi lebih pendek, terdapat 136 kata sesuai dengan penelitian dalam tautan berikut: http://library.gunadarma.ac.id/repository/view/3752862

Compiled by Ridwan Arifin (c)2016

clipping

References: 
http://www.stgiles-international.com/student-services/english-language-tips/clippings-definitions-and-examples/
http://www.brighthubeducation.com/esl-lesson-plans/59679-forming-new-words-compounds-clipping-and-blends/
http://www.kompasiana.com/gustaafkusno/kata-kata-yang-disunat-dalam-bahasa-inggris_54ff2314a33311e94550f91c
https://en.wikipedia.org/wiki/Clipping_(morphology)

Making an Adjective with Suffix -y (Translating Adjective into Indonesian)

In English, you can make an adjective by adding suffix -y after the noun. We have already known some words likewise smelly, cloudy, sleepy, moody, noisy etc. Remember, words in language are very

adjective with suffix

Following are some common adjective words added by suffix -y:

Noun (n) + y = Adjective (adj.)
1. Chewy (kenyal/alot)
Chew (n) + Y = Chewy
Chew (n) = a repeated biting or gnawing of something.
Chewy (adj.)= (of food) needing to be chewed hard or for some time before being swallowed.
Example: Everytime I cook a BBQ with steak the meat is so tough and chewy, that my jaws hurt to eat it.

2. Sticky (lengket)
Stick (n) + y = Sticky
Stick (n) = something resembling or likened to a stick, in particular
Sticky (adj.) = tending or designed to stick to things on contact.
Example: It stucks to me like glue, only with a sticky food.  Stuck to me like the caramel on an apple, caramel on a candy bar, icecream, marshmellow, gum on my shoe, etc.

3. Homey (nyaman seperti di rumah)
Home (n) + y = Homey
Home (n) = the place where one lives permanently, especially as a member of a family or household.
Homey (adj.) =(of a place or surroundings) comfortable and cosy.
Example: Well-worn furniture populated the homey main room, some no doubt the envy of an antique shop.

4. Picky (pemilih)
Pick (n) + y = Picky
Pick (n) = an act or the right of selecting something from a number of alternatives.
Picky (adj.) = very careful in choosing only what they like
Example = The children are such picky eaters.
Big companies can ​afford to be picky about who they hire.

5. Laggy (komputer/ponsel lama bereaksi atau prosesnya lambat/ ngelek/ngeleg)
Lag (n) + y = Laggy
Lag (n) = a period of time between one event and another.
Laggy (adj.) = slow connection of an internet, computer, smartphone.
Example: A laggy computer, internet connection, etc. is slow, resulting in a delay, or lag, in producing an image.

6. Fishy (bau amis)
Fish (n) + y = Fishy
Fish (n) =a limbless cold-blooded vertebrate animal with gills and fins living wholly in water.
Fishy (adj.) = relating to or resembling fish or a fish. Fishy smell.
Example: Upon this, Fleece, holding both hands over the fishy mob, raised his shrill voice, and cried

7. Touchy (sensi/sensitif berlebihan)
Touch (n) + y = Touchy
Touch (n) = an act of touching someone or something
Touchy (adj.) = easily upset or offended; oversensitive.
Example: She’s a little touchy about her age.

8. Showy (kinclong, bersinar, bersih, ngejreng)
Show (n) + y = Showy
Show (n) = a spectacle or display, typically an impressive one.
Showy (adj.) = attracting a lot of attention by being very colourful or bright, but without any real beauty; having a striking appearance or style, typically by being excessively bright, colourful, or ostentatious.
Example: Her ​dress was too showy for such a ​formal occassion. Beautiful showy girl with purple lips in green dress standing near the white curtains in the interior.

9. Handy (penolong, cekatan dalam bekerja, berguna)
Hand (n) + y = Handy
Hand (n) = the end part of a person’s arm beyond the wrist, including the palm, fingers, and thumb.
Handy (adj.) = skillful; convenient to handle or use; useful.
Example: Alex was handy in the kitchen. He is a handyman.

Other words: Shouty, Lossy, Gobby, Mouthy.

References:
http://sentence.yourdictionary.com
PLEASE DON’T SHOUT!

Pelesapan pada Kata Berinisial K,T,S,P

Contoh: Menyukseskan bukan Mensukseskan

Pelesapan/ Peluluhan terjadi pada kata kerja berinisial huruf K,T,S,P (murni) jika ditambah awalan:

Inisial K:
–> kejar = mengejar
–> kawal = mengawal
–> kondisi = mengondisikan

inisial T:
–> tangkap = menangkap
–> target = menargetkan
–> tertib = menertibkan
–> tata = menata

inisial S:
–> sukses = menyukseskan
–> sosial = menyosialisakan
–> sejahtera = menyejahterakan

inisial P:
–> pengaruh = memengaruhi
–> peduli = memedulikan
–> posisi = memosisikan

kecuali kata serapan (tidak mengalami pelesapan) seperti:

-> khusus = mengkhususkan
-> transfer = mentransfer
-> syukur = mensyukuri
-> produksi = memproduksi

Kata Majemuk Bahasa Indonesia

Segitiga bukan Segi tiga

Kata majemuk ditulis serangkai seperti:
” matahari, bumiputra, prasejarah, acapkali; adakalanya; akhirulkalam; alhamdulillah; apalagi*; astagfirullah; bagaimana; barangkali; beasiswa; belasungkawa; bilamana; bismillah; bumiputra; daripada; darmabakti; darmasiswa; darmawisata; dukacita; halalbihalal; hulubalang; kacamata; kasatmata; kepada; keratabasa**; kilometer; manakala; manasuka; mangkubumi**; matahari; olahraga**; padahal; paramasastra**; peribahasa; perilaku*; puspawarna; radioaktif; saptamarga; saputangan; saripati; sebagaimana; sediakala; segitiga; sekalipun; silaturahmi**; sukacita; sukarela; sukaria; syahbandar; titimangsa**; waralaba*; wasalam**; wiraswata*.”

Sumber: Pedoman EYD 1978 dan 2009

Compound Words (Kata majemuk)

A compound is a word composed of more than one free morpheme. 
Kata Majemuk terdiri dari dua atau lebih morfem bebas.

English compounds may be classified in several ways, such as the word classes or the semantic relationship of their components.
Penulisan Kata Majemuk dalam bahasa Inggris selalu serangkai.

Lifetime, moonlight, upside, elsewhere, dsb.

 

http://en.wikipedia.org/wiki/English_compound

Perbedaan ‘Bentuk Ulang’ dan ‘Kata Ulang’

Beda ‘Bentuk Ulang’ dan ‘Kata Ulang’ sebagai berikut:

Bentuk Ulang = (Ling) bentuk yang mengalami perulangan,
seperti sia-sia, laba-laba, biri-biri, kupu-kupu.

Kata Ulang = (Ling) kata yang terjadi sebagai hasil reduplikasi,
seperti rumah-rumah, tetamu, sayur-mayur, dag-dig-dug, berhati-hati

KBBI IV 2008

Salam takzim!

Pebalap Motor atau Pembalap Motor?

Pebalap Motor bukan Pembalap Motor

Untuk orang/ahli/pakar/pelaku kegiatan dan olah raga tidak mengalami perubahan alomorf (variasi bunyi) dan tidak mengalami pelesapan (kata dengan inisial KTSP tidak meluluh).
Awalan Pe- + Nama Olah Raga, Seperti:

Pe + Balap = Pebalap bukan Pe(m) + balap = Pembalap
Pe + Dayung = Pedayung
Pe + Catur = Pecatur
Pe + Biliar = Pebiliar
Pe + Renang = Perenang
Pe + Golf = Pegolf

[t]
Pe + Tenis = Petenis
Pe + Tinju = Petinju bedakan Pe(n)+tinju=Peninju (orang yg memukul bukan profesi)
Pe + Tambang = Petambang beda dengan Pe(n)+tambang = Penambang
Pe + Tembak = Petembak (olah raga) beda dengan Pe(n)+tambang =penambang

[s]
Pe + Selam = Peselam
Pe + Selancar = Peselancar
Pe + Sepak bola = Pesepak Bola
Pe + Silat = Pesilat
Pe + Sepeda = Pesepeda

salam takzim!

Gejala ‘Letter Elimination’ (Penghilangan Huruf)

Gejala ‘Letter Elimination’ (Penghilangan Huruf) — Indonesian Colloquial

‘H’ tidak dibaca di awal kata:
Hilang –> ilang
Hangus –> angus
Hampir –> ampir
Hisap –> isap/ isep
Hidung –> idung
dsb.

‘H’ tidak dibaca di tengah kata:
Jahit –> jait
Jahil –> jail
Pahit –> pait
Tahu –> tau
dsb.

‘M’ tidak dibaca di awal kata:
Memang –> emang

‘S’ tidak dibaca di awal kata:
Sudah –> udah
Saja –> aja
Sama –> ama
Sampai –> ampe
dsb.

salam takzim!!!

Source: Colloquial Jakartan Indonesian by James Neil Sneddon 2006. KBBI IV 2008, EYD 2008, TTBI 2006.

Gejala Awalan [Ter-] dan [Ber-] Menjadi [Ke-]

Gejala Awalan [Ter-] dan [Ber-] Menjadi [Ke-] – Indonesian Colloquial

Tertangkap –> ketangkap/ ketangkep
Terbuka –> kebuka
Terbawa –> kebawa
Tertawa –> ketawa
Terbaca –> kebaca

Bertemu –> ketemu

Ingin –> kepingin
Diterima –> keterima

Reference: Colloquial Jakartan Indonesian by James Neil Sneddon 2006. KBBI IV 2008, EYD 2008, TTBI 2006.

Salam takzim!!!

Tentang Awalan Bahasa Indonesia

Salah satu alasan mengapa bahasa Indonesia itu keren adalah karena pembentukan kata dalam bahasa Indonesia cukup mudah dan berpola. Imbuhan atau afiks adalah alat bantu penting dalam proses tersebut yang dapat mengubah fungsi, bentuk, serta makna suatu kata. Ada tiga jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia, yaitu awalan (prefiks), sisipan (infiks), dan akhiran (sufiks). Di antara ketiga jenis imbuhan tersebut, awalan adalah yang paling kompleks aturannya.

Saya belum berhasil menemukan rujukan daring yang ringkas dan sederhana dalam satu halaman tentang awalan dalam bahasa Indonesia. Tulisan ini berupaya melakukan itu dengan menjabarkan delapan awalan utama pembentuk kata dalam bahasa Indonesia:ber-,meng-,di-,ke-,per-, peng-,se-, danter-. Setiap awalan akan dibahas dari sudut fungsi, bentuk, dan maknanya.
Tabel berikut memberikan ringkasan fungsi dan perubahan bentuk pada setiap awalan.

Awalan
Fungsi (pembentuk)
Perubahan bentuk
Kaitan
ber-
verba
be-; bel-
per-
meng-
verba (aktif)
me-; men-; mem-; meny-
di-; peng-
di-
verba (pasif)

meng-
ke-
nomina; numeralia; verba (percakapan)

ter-
per-
verba; nomina
pe-; pel-
ber-
peng-
nomina
pe-; pen-; pem-; peny-
meng-
se-
klitika; adverbia

ter-
verba; adjektiva
te-; tel-
ke-

Awalanber-

Awalanber- berfungsi sebagai pembentuk kata kerja (verba). Kalimat yang berpredikat kata kerja ini tidak memiliki objek, tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Kata kerja berawalanber- tidak dapat dipasifkan dengan awalandi-.
Awalanber- akan berubah bentuk menjadi:
    1. be- jika suku awal mengandung-er- atau kata dasarnya diawali huruf r:bekerja; beternak; berumput; beracun
  1. bel- untuk kasus khusus:belajar; belunjur
Awalanber- memiliki makna:
    1. mempunyai:beratap; bercita-cita; beristri
    1. menggunakan atau memakai:belayar; bermobil; berbaju
    1. menghasilkan:bertelur; berkokok
    1. dalam jumlah atau kelipatan:bertiga; berjuta-juta
    1. mengakui atau memanggil sebagai:beradik; berbapak; bertuan
    1. bertindak atau bekerja sebagai:bertani; bertinju; bertukang
    1. berada dalam keadaan:bergembira; bersedih
    1. menyatakan perbuatan timbal-balik:bergulat; bertinju
  1. menyatakan perbuatan mengenai diri sendiri:berhias; bercukur
Awalanber- memiliki keterkaitan dengan awalanper-, misalnyabersegi danpersegi.

Awalanmeng-

Awalanmeng- berfungsi sebagai pembentuk kata kerja (verba) aktif, baik transitif (memerlukan objek) maupun taktransitif (tidak memerlukan objek).
Awalanmeng- tetap berupameng- jika diikuti kata dasar yang diawali salah satu dari lima vokal (a, e, i, o, u) atau lima huruf lain: g, h, k*, q, dan x. Tetapi, awalanmeng- akan berubah bentuk menjadi:
    1. me- jika diikuti kata dasar berawalan l, m, n, r, w, y
    1. men- jika diikuti kata dasar berawalan c, d, j, t*, z
    1. mem- jika diikuti kata dasar berawalan b, f, p*, v
  1. meny- jika diikuti kata dasar berawalan s*
Kata dasar yang diawali dengan konsonan k, p, s, dan t (ditandai dengan bintang pada daftar di atas) akan mengalami peluluhan atau penghilangan huruf tersebut jika diberi awalanmeng-, misalnyamengaitkan,menarikan,memaku, danmenyapu. Peluluhan ini tidak terjadi jika huruf pertama k, p, s, atau t pada kata dasar tersebut diikuti oleh konsonan juga (konsonan ganda), misalnyamengkristal,mempromosikan,mensyaratkan, danmentransmisikan. Peluluhan juga tidak dilakukan terhadap kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang dianggap belum diserap sempurna juga tidak mengalami peluluhan ini.
Awalanmeng- yang diikuti kata dasar yang terdiri dari hanya satu suku kata (ekasuku) diberi tambahan huruf e sehingga mengalami perubahan bentuk menjadimenge-, misalnyamengebom,mengecat,mengelas,mengerem.
Awalanmeng- memiliki makna
    1. menjadi:mencair; menguning; mengkristal
    1. berfungsi sebagai/menyerupai:menyupir; menggunung
    1. makan atau minum:menyatai; mengopi; mengeteh
    1. menuju:mengutara; melaut; menepi
    1. mencari atau mengumpulkan:mendamar; merumput
    1. mengeluarkan bunyi:mengeong; mengaum; mencicit
    1. menimbulkan kesan seperti seseorang atau sesuatu yang:membisu; membatu; merendah hati
    1. dasar verba:membaca; menulis; membajak
    1. membuat atau menghasilkan:menyambal; menggulai; membatik
  1. menyatakan:mengaku
Awalanmeng- memiliki pertalian makna dengan awalandi- sebagai bentuk pasifnya (memukul dandipukul) serta awalanpeng- sebagai bentuk nominanya (mengemis danpengemis).

Awalandi-

Awalandi- berfungsi sebagai pembentuk kata kerja (verba) pasif dan berkaitan dengan bentuk aktifnya yang dibentuk dengan awalanmeng-, misalnyadipukul danmemukul.
Awalandi- tidak mengalami perubahan bentuk seperti bentukmeng- pasangannya. Awalandi- tidak mengalami peluluhan jika diikuti oleh kata yang diawali oleh huruf k, p, s, atau t (mis.dikaitkan,ditarikan,dipaku, dandisapu) dan juga tidak mendapatkan tambahan huruf e jika kata dasarnya hanya terdiri dari satu suku kata (mis.dibom,dicat,dilas,direm).
Kesalahan yang sering terjadi adalah kekeliruan penulisandi- sebagai awalan yang harus ditulis serangkai dan penulisandi sebagai kata depan (preposisi) penunjuk tempat yang harus ditulis terpisah. Contohnyadijualbukandi jual (karena sebagai awalan kata jual) dan di mana bukan dimana (karena merupakan kata depan). Cara mudah untuk memisahkan fungsi keduanya adalah dengan melihat jenis kata yang terbentuk: Jika menjadi kata kerja pasif, itu berarti harus ditulis serangkai dan jika menjadi penunjuk tempat atau lokasi, itu berarti harus ditulis terpisah.
Awalandi- memiliki makna:
    1. dikenai tindakan:dibeli; dipukul; dites
    1. dikenai dengan:diparang; digunting; digergaji
    1. dibuat atau dijadikan:digulai;disambal;dipepes
  1. diberi atau dilengkapi dengan:dicat; ditugasi; dipagari

Awalanke-

Awalanke- memiliki 3 fungsi, yaitu pembentuk (1) kata benda (nomina), (2) kata bilangan (numeralia), dan (3) kata kerja (verba). Awalanke- sebagai pembentuk kata kerja hanya digunakan pada ragam percakapan atau tidak resmi dan memiliki kesamaan makna dengan awalanter-, misalnyaketawa (tertawa) dankepergok(terpergok).
Awalanke- tidak mengalami perubahan bentuk ketika dilekatkan pada kata dasar. Sama sepertidi- yang memiliki kemiripan dengan kata depandi,ke- juga memiliki kemiripan dengan preposisike yang penulisannya juga harus dipisah, misalnyake sana, bukankesana.
Awalanke- memiliki makna sesuai dengan kata yang dibentuknya:
    1. kata benda
        1. yang mempunyai sifat atau ciri:ketua
      1. yang dituju dengan:kekasih; kehendak
    1. kata bilangan
        1. tingkat atau urutan:ketiga; kelima; kesebelas
      1. kumpulan:kedua (buku); ketiga (orang)
  1. kata kerja (ragam percakapan)
      1. telah mengalami; menderita keadaan; menderita kejadian (dengan tidak sengaja atau dengan tiba-tiba):ketabrak; kepergok; ketemu
    1. dapat atau sanggup:kebaca; keangkat

Awalanper-

Awalanper- memiliki 2 fungsi, yaitu pembentuk (1) kata kerja (verba), dan (2) kata benda (nomina). Sebagai pembentuk nomina, awalan ini berkaitan dengan awalanber-, misalnyapersegi (bersegi).
Awalanper- hanya mengalami perubahan bentuk jika berfungsi sebagai pembentuk kata benda karena kaitannya dengan awalanber-. Perubahannya sama dengan perubahan pada awalanber-, yaitu menjadi:
    1. pe- jika suku awal mengandung-er- atau kata dasarnya diawali huruf r:pekerja; peternak
  1. pel- untuk kasus khusus:pelajar;pelunjur
Awalanper- memiliki makna sesuai dengan kata yang dibentuknya:
    1. kata kerja
        1. menjadikan atau membuat menjadi:perindah; perjelas
        1. membagi menjadi:perdua; pertiga
        1. melakukan:perbuat
      1. memanggil atau menganggap:perbudak; pertuan
  1. kata benda (berkaitan dengan awalanber-)
      1. yang memiliki:persegi; pemalu
      1. yang menghasilkan:pedaging; petelur
      1. yang biasa melakukan (sebagai profesi, kegemaran, kebiasaan):pertapa; petinju; pelajar
      1. yang melakukan pekerjaan mengenai diri:peubah
      1. yang dikenai tindakan:pesuruh; petatar
      1. yang biasa bekerja di:pelaut; peladang
    1. yang gemar:perokok; pendaki gunung
Bentuk kata turunan dengan pengimbuhanper- terhadap satu dasar mencerminkan perbedaan makna dan sumber penurunannya, misalnya:
    • pejabat adalah orang yangberjabatan (memiliki jabatan) sedangkanpenjabat adalah orang yangmenjabat (tapi tidak memiliki)
  • petinju adalah orang yangbertinju (olahragawan) sedangkanpeninju adalah orang yangmeninju

Awalanpeng-

Awalanpeng- berfungsi sebagai pembentuk kata benda (nomina) yang bertalian maknanya bentuk dan maknanya dengan awalanmeng-. Misalnyapengemis (orang yangmengemis),pengarang (orang yangmengarang), dll. Pertalian makna ini merupakan alasan pembedaan awalanpeng- dengan awalanper-.
Karena pertaliannya dengan awalanmeng- itu, maka awalanpeng- pun mengalami perubahan bentuk yang serupa dengan perubahan pada awalanmeng-, yaitu:
    1. tetappeng- jika diikuti kata dasar berawalan a, e, i, o, u, g, h, k*, q, x
    1. pe- jika diikuti kata dasar berawalan l, m, n, r, w, y
    1. pen- jika diikuti kata dasar berawalan c, d, j, t*, z
    1. pem- jika diikuti kata dasar berawalan b, f, p*, v
  1. peny- jika diikuti kata dasar berawalan s*
Juga sama dengan awalanmeng-, terjadi peluluhan/penghilangan huruf pada kata dasar berawalan konsonan k, p, s, dan t (ditandai dengan bintang pada daftar di atas) tapi tidak berkonsonan ganda, misalnyapengaitan,penarikan,pemalsuan, danpenyapuan. Kata dasar ekasuku pun diberi tambahan huruf e jika diberi awalanpeng-, misalnyapengeboman,pengecatan,pengelasan,pengereman.
Awalanpeng- memiliki makna:
    1. yang melakukan perbuatan:pembeli; pengirim
    1. orang yang berprofesi sebagai:pengarang; penyiar; penulis
    1. orang yang memiliki sifat:pemarah; pemalas; penakut
  1. alat yang dipakai untuk:penggali; pengetes; penopang

Awalanse-

Awalanse- memiliki dua fungsi yaitu (1) menjadi klitika dari kata esa sepertisekampung dan (2) sebagai pembentuk kata keterangan (adverbia) sepertisecepatnya.
Awalanse- tidak mengalami perubahan bentuk jika dirangkaikan dengan kata yang lain.
Awalanse- memiliki makna sesuai fungsinya:
    1. sebagai klitika
        1. satu:sekamar; serumah; sekampung
        1. seluruh:se-Indonesia
      1. sama atau sampai:setinggi; sepandai; sedepa; segalah
  1. sebagai pembentuk kata keterangan
      1. dengan;seizinku
      1. menurut atau sesuai;setahuku; seingatku; semaunya
    1. setelah:sepergimu; sesampai

Awalanter-

Awalan ter- memiliki dua fungsi, yaitu sebagai pembentuk (1) kata kerja (verba) dan (2) kata sifat (adjektiva).
Awalanter- akan berubah bentuk menjadi:
    1. te- jika suku awal mengandung-er- atau kata dasarnya diawali huruf r:teperdaya; tepercaya; terasa; terawat
  1. tel- untuk kasus khusus:telanjur
Awalanter- memiliki makna sesuai dengan kata yang dibentuknya:
    1. kata kerja
        1. telah dilakukan atau dalam keadaan:terbuka;terjangkau
        1. telah mengalami atau menderita keadaan atau kejadian (dengan sengaja atau dengan tiba-tiba):terkencing-kencing; terbangun; teringat; terbawa
      1. dapat (biasanya didahului oleh kata tidak atau dilengkapi dengan akhiran-kan):terperikan; terkirakan; terangkat; terserap
  1. kata sifat
    1. paling:terpandai; tercantik
Dalam ragam percakapan, awalanter- sebagai pembentuk kata kerja memiliki kesamaan makna dengan awalanke-, misalnyatertawa (kertawa) danterpergok (kepergok).

Penutup

Bahasa adalah suatu hal yang kompleks dan dinamis. Satu tulisan ringkas ini tentu saja tidak akan cukup untuk menjabarkan secara lengkap tentang awalan dalam bahasa Indonesia. Mungkin sekali ada hal-hal yang terlewatkan dan tidak sempat dibahas di sini.
Lain kali mudah-mudahan saya sempat (dan niat) menulis tentang akhiran, sisipan, dan aspek lain dari pengimbuhan kata seperti konfiks dan simulfiks.

Rujukan

    1. Hasan Alwi, dkk. (2002).Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi ke-3.
    1. Pusat Bahasa (2008).Kamus Besar Bahasa Indonesia IV.
  1. Zaenal Arifin dan Junaiyah H. Matanggui (2007).Morfologi: Bentuk, Makna, dan Fungsi.
Ditulis oleh Ivan Lanin.