Kebijakan Publik di Australia terhadap Pandemik Virus Korona (Covid-19)

Virus korona atau dikenal dengan Covid-19 yang bermula dari endemik di Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019, menyebar dengan cepat ke seluruh negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan kejadian ini menjadi pandemik tanggal 11 Maret 2020. Persebaran virus ini terdeteksi dengan transmisi dari manusia ke manusia. Gejalanya pun mirip dengan flu biasa seperti suhu tubuh tinggi, meriang, batuk kering, kelelahan, sakit kepala, hidung tersumbat, dan kesulitan bernafas (pneumonia), bahkan ada beberapa orang terdeteksi tanpa gejala. Kasus virus korona ini terus meningkat di sejumlah negara termasuk laporan kematian akibat virus ini, juga laporan kesembuhan dari virus ini. Pandemi virus korona ini berdampak langsung pada perekonomian dunia, industri pariwisata, politik, pendidikan, sosial, budaya, lingkungan, bahkan rasisme.

Protokol WHO

WHO memberikan protokol untuk pencegahan persebaran virus walaupun kebijakan pemerintah di setiap negara berbeda-beda. Pencegahan persebaran virus meliputi cuci tangan (dengan sabun), pernapasan higienis (respiratory hygiene), pembatasan interaksi sosial (social distancing), dan isolasi mandiri (self-isolation). Kebijakan lainnya dapat berupa karantina wilayah atau pembatasan wilayah (lockdown), evakuasi warga negara dari suatu negara, penyemprotan disinfektan, dan pemusnahan binatang yang bermasalah.

 Kebijakan dan Tindakan Pemerintah Australia

Dikutip dari laman https://www.health.gov.au/, dari 22 Januari 2020 sampai dengan 29 Maret 2020, jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 3809 dengan 14 orang meninggal dunia, dan sudah lebih dari 209.000 orang melakukan tes kesehatan untuk deteksi Covid-19.

Di awal Maret 2020, pemerintah Australia melalui Perdana Menteri Scott Morrison mengumumkan kebijakan publik dalam penanganan persebaran virus korona yang semakin meningkat. PM Scott Morrison mengeluarkan kebijakan larangan berkumpul dalam ruangan yang dihadiri lebih dari 100 orang (100+ indoor ban), di luar ruangan lebih dari 500 orang (500+ outdoor ban), bekerja dari rumah, kuliah daring, pembatasan kunjungan ke fasilitas panti jompo, pembatasan interaksi sosial berjarak 1,5 meter (jika memungkinkan), serta tidak berjabat tangan atau berpelukan.

Sementara itu, pemerintah juga sudah menyediakan tes kesehatan Covid-19 secara gratis di rumah sakit yang telah ditetapkan, anak sekolah tetap masuk (sekolah tidak diliburkan), serta masih berjalannya pelayanan publik, transportasi umum, pasar swalayan. Untuk tindakan dan kebijakan berikutnya dapat diunduh di laman ini https://www.health.gov.au/news/update-on-coronavirus-covid-19-measures-from-the-prime-minister-0 dan https://www.australia.gov.au/.

Data Statistik Komprehensif

Laman Departemen Kesehatan Australia https://www.health.gov.au/ yang diakses tanggal 29 Maret 2020, menyajikan data statistik yang dinamis tentang jumlah kasus secara nasional dan daerah. Data kedua terkait grafik kasus baru dan kasus secara kumulatif per minggu. Data ketiga berupa data di tiap negara bagian dan sumber transmisinya: dari luar negeri, dalam negeri (kontak dengan PDP/ODP), dalam negeri (tak dikenal sumber persebaran), dan dalam investigasi. Data keempat berisi PDP/ODP yang terpapar dari luar negeri berdasarkan negara yang pernah dikunjungi. Data kelima memuat jumlah kasus berdasarkan usia dan jenis kelamin.

Berikut adalah data statistik dalam bentuk diagram dan grafik dari Departemen Kesehatan Australia bersumber dari https://www.health.gov.au/news/health-alerts/novel-coronavirus-2019-ncov-health-alert/coronavirus-covid-19-current-situation-and-case-numbers:

Jumlah WN Australia Terinfeksi Covid-19 di Luar Negeri berdasar asal Wilayah (Benua)

Jumlah Positif Covid-19 berdasar Kelompok Usia dan Jenis Kelamin

Sumber Transmisi Covid-19 dan Total Kasus di Negara Bagian dan Teritori

Jumlah Kasus Baru dan Kumulatif berdasar Tanggal Konfirmasi

Kebijakan Penutupan Perbatasan Negara (Closed Border Policy)

Merujuk pada data tersebut, lebih dari 50% warga Australia tertular virus korona di luar negeri dan membawanya masuk ke seluruh negara bagian di Australia. Persentase terbesar penularan virus korona ke WN Australia meliputi mereka dari negara-negara di Eropa, kedua dari benua Amerika, dan ketiga berasal dari Asia Tenggara. Pergerakan orang tersebut masuk ke wilayah Australia melalui pintu-pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan internasional.

Dengan referensi data ini, pemerintah mengambil keputusan untuk menutup perbatasan internasional di setiap bandara dan pelabuhan internasional, kecuali bagi WN Australia yang akan kembali/pulang diberikan izin masuk ke Australia. Setelah melakukan penutupan perbatasan negara, Australia menerapkan states borders (penutupan perbatasan negara bagian) atau menutup perbatasan setiap provinsi yang dijaga oleh polisi negara bagian. Setelah itu, negara bagian melakukan karantina wilayah (lockdown) tahap pertama dan tahap kedua, diikuti dengan tes massal (rapid test). Implementasi kebijakan ini diawasi oleh pihak pemerintah dengan bantuan pihak kepolisian dan militer untuk penegakan hukum.

Setelah melakukan penutupan perbatasan negara dan karantina wilayah, pemerintah Australia mengeluarkan paket stimulus ekonomi untuk membantu ekonomi makro, menengah dan mikro.

Perumusan Kebijakan Pemerintah Australia

Pemerintah Australia terus mengambil langkah-langkah efektif dalam penanganan penularan Covid-19 mulai dari kebijakan bersifat umum, khusus maupun individu. Pemerintah Australia juga menerapkan tindakan berbeda setiap minggunya sejak Februari 2020 berupa imbauan, kewajiban, larangan, pengawasan hingga tindakan tegas berupa denda. Alhasil, walaupun jumlah kumulatif kasus meningkat, konfirmasi kasus barunya menurun, dan tingkat kematian (death rate) di bawah 1%. Tingkat efektivitas kinerja pemerintah Australia belum dapat dibahas di sini karena laporan kinerja (performance measurement) belum dipublikasikan secara resmi.

Sebagai catatan, sebelum dilanda wabah virus korona, bulan November 2019 sampai dengan Januari 2020, Australia mengalami kebakaran hutan (bushfire) yang sangat dahsyat dan berdampak pada lingkungan, kebakaran permukiman, serta korban jiwa. Australia mengambil kebijakan strategis, efektif dan tegas untuk menangani bencana alam terparah dalam sejarah Australia ini. Hasilnya, bencana alam ini dapat diselesaikan dengan baik dengan langkah penanganan yang strategis dan efektif.

Lantas, bagaimana cara pemerintah Australia dalam merumuskan kebijakan dan mengambil keputusan?

Dua Pendekatan dalam Perumusan Kebijakan

Ada dua pendekatan dan tahapan kebijakan (policy stages) untuk perumusan kebijakan (policy formulation) yang dilakukan oleh pemerintah Australia. Pertama, pendekatan positivisme atau positivist dengan paradigma ekonomi dan pendekatan pasca-positivisme atau post-positivist sebagai pendekatan kedua.

Positivisme adalah pendekatan dalam analisis kebijakan yang mengkaji faktor ekonomi seperti kesejahteraan rakyat, permasalahan pasar, kebutuhan logistik, komoditi, dan isu ekonomi mikro (Howlett, Ramesh, & Perl, 2009, p.26-30). Misalnya, pendekatan ini menggunakan Analisis Biaya Manfaat atau cost-benefit analysis (CBA), yaitu pendekatan analisis yang meliputi dua aspek: ilmu pengetahuan dan ekonomi, dengan 3 fokus analisis: distribusi, kesejahteraan dan pengetahuan. Data dalam pendekatan ini (Howlett et al., 2009, p.26-30) merupakan data kuantitatif terkait paradigma perekonomian menyangkut efisiensi, efektivitas, dan kegagalan pasar dengan teknik pengumpulan data dari atas ke bawah (top-down).

Pasca-positivisme merupakan pendekatan analisis yang bersumber dari perspektif internal dan eksternal termasuk pemangku kepentingan yang mencakup dua unsur: praktis dan kontekstual. Ada empat jenis pendekatan pasca-positivisme, yaitu Kebijakan Berorientasi Bukti atau evidence-based policy (Brian W. Head, 2008), Topologi Lowi (Howlett, 2017), wicked problems (Brian W Head, 2008), dan pendekatan WPR/ What’s Problems Represented to be (Bacchi, 2012).

 Menurut Brian W. Head (2008, p.11) dalam riset tentang analisis kebijakan publik, sebelum perumusan kebijakan dan analisis kebijakan, pemerintah dapat melibatkan tiga lensa persepektif dari elemen berbeda, yakni perspektif ilmiah (peneliti), perspektif praktik dan konsep (praktisi), dan perspektif keputusan politik (politisi).

Apa itu Evidence-Based Policy?

Dalam hal pemutusan persebaran wabah virus korona, pemerintah Australia mempertimbangkan rekomendasi dari tiga lensa persepktif tersebut. Setelah itu, pemerintah mengambil pendekatan pasca-positivisme dengan evidence-based policy, yang kemudian diikuti dengan pendekatan positivisme berupa kebijakan perekonomian nasional.

Pengumpulan data dalam “kebijakan berorientasi bukti” menggunakan pendekatan empiris yang berasal dari data ekonomi, sosial, politik untuk mengkaji dampak dan hasilnya (Amy, 1984, p.208). Kebijakan ini juga mencari korelasi antar-variabel, yakni perspektif, kegiatan, lingkungan, sosial dan budaya (Crossan, 2003) baik dari pihak internal maupun eksternal, yang akan dijadikan bahan pertimbangan untuk mengambil langkah praktis dan strategis. Data dalam pendekatan pasca-positivisme merupakan data kualitatif yang merujuk pada permasalahan sosial, budaya, politik, perilaku, kesehatam, pendidikan, dan tata nilai dengan teknik pengumpulan data dari bawah ke atas (bottom-up).

Sebagai penutup, pemerintah Australia telah menerapkan pendekatan pasca-positivisme kemudian diikuti pendekatan positivisme. Pasca-Positivisme yakni pendekatan empiris dengan data dari pihak interal dan eksternal bersifat praktis dan kontekstual dengan model evidence-based policy. Sedangkan, pendekatan positivisme ialah pendekatan dengan paradigma perekonomian seperti aspek kesejahteraan rakyat, pasar, komoditi, barang, jasa, industri pariwisata, ekonomi makro dan mikro. Baik positivisme maupun pasca-positivisme menggunakan data yang valid, ilmiah, dan akuntabel sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan publik. Pemerintah Australia melibatkan lembaga riset dan pihak kampus untuk membuat kajian ilmiah terkait permasalahan ini.

Berikut hasil riset dari University of Sydney Maret 2020 yang menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat kepatuhan masyarakat (di atas 80%), semakin menurun jumlah persebaran virus korona sampai 100 hari ke depan.

Sumber: University of Sydney Maret 2020

Intinya, kerja dari rumah (work from home), tetap di rumah (stay at home), dan kepatuhan dengan protokol atau instruksi pemerintah Indonesia merupakan cara terbaik dalam mendukung kebijakan pemerintah (apa pun itu) untuk memutus persebaran Covid-19 di Indonesia. Jaga kesehatan, keselamatan, dan tetap waspada!

Referensi:
Amy, D. J. (1984). Toward a post-positivist policy analysis. Policy Studies Journal, 13(1), 207.
Bacchi, C. (2012). Introducing the ‘What’s the problem represented to be?’approach. Engaging with Carol Bacchi: Strategic interventions and exchanges, 21-24.
Crossan, F. (2003). Research philosophy: towards an understanding. Nurse Researcher (through 2013), 11(1), 46.
Head, B. W. (2008). Three Lenses of Evidence‐Based Policy. Australian Journal of Public Administration, 67(1), 1-11. doi:10.1111/j.1467-8500.2007.00564.x
Head, B. W. (2008). Wicked problems in public policy. Public policy, 3(2), 101.
Howlett, M. (2017). Policy tools and their role in policy formulation: Dealing with procedural and substantive instruments. Handbook of policy formulation, 96.
Howlett, M., Ramesh, M., & Perl, A. (2009). Studying public policy: Policy cycles and policy subsystems (Vol. 3): Oxford university press Oxford.

Sumber internet:
https://www.health.gov.au/
https://www.health.gov.au/news/update-on-coronavirus-covid-19-measures-from-the-prime-minister-0
https://www.australia.gov.au/.
https://www.health.gov.au/news/health-alerts/novel-coronavirus-2019-ncov-health-alert/coronavirus-covid-19-current-situation-and-case-numbers

Last Edit 30 March 2020, Adelaide, SA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s