Exploring Brisbane, Loving Indonesia

Jelajah Brisbane, Merindukan Indonesia

Belajar di Negeri Kangguru, Santapan Cita Rasa Indonesia

17 Februari – 21 Mei 2016

Summer, Autumn, Winter

Cohort 38

Masih ingat dengan Citycats? atau Bus 412? atau teringat dengan kata Toowong?

Still remember Citycats? Bus 412? Toowong?

Nah, bagi pegawai Imigrasi yang pernah mengikuti program ELT (English Language Training), tentunya istilah itu sudah tak asing di telinga.

DSCF0421

ELT ICTE UQ

Program belajar bahasa Inggris di ICTE (Institute of Continuing and TESOL Education) the University of Queensland, Brisbane telah menjadi agenda rutin Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM RI. Program ini berlangsung selama 3 bulan dan pendaftarannya dibuka 2 atau 3 kali setiap tahun. Program ini telah berjalan selama 10 tahun lebih. Kegiatan ini hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal Imigrasi dengan Department of Immigration and Border Protection (DIBP) Australia dengan tujuan meningkatkan pengetahuan bahasa Inggris serta wawasan keimigrasian para pegawai Imigrasi.

This is the Indonesian Immigration program with the DIBP Australian Immigration to skill up the officers’ English ability and Immigration Matters and Border Control.

Inn on the Park

Setibanya di bandara Internasional Brisbane, Queensland, petugas penjemput dari universitas ini menyapa hangat para peserta dan langsung membawa kita ke tempat yang tak terlupakan yakni Inn on the Park Apartment, sebuah tempat tinggal mewah 10 lantai yang memiliki dua kamar tidur dan berperabot (furnished), berlokasi di kawasan elit kota Brisbane. Sampailah di apartemen, 2 orang petugas resepsionis langsung memberikan kunci kamar dan menjelaskan peraturan & fasilitas, transportasi, tempat belanja (swalayan), tempat makan serta yang terpenting adalah tempat penukaran uang.

DSCF0417

Go Card       

Brisbane memiliki transportasi terintegrasi sangat baik dan praktis mulai dari bus, kereta listrik, kapal modern hingga kendaraan ramah lingkungan yakni sepeda umum. Para peserta ELT dapat bepergian ke kampus, kota, tempat belanja, tempat makan, tempat wisata dengan segala fasilitas transportasi. Cukup dengan kartu bernama Go Card, mereka dapat menumpang transportasi apapun hanya dengan menempelkan Go Card saat naik dan turun (touch on – touch off). Menjelajahi kota Brisbane dan tempat lainnya seperti Gold Coast sangat mudah, murah, praktis dan terjangkau.

DSCF0428

Semua transportasi yang diintegrasikan dengan perusahaan Translink ini, beroperasi hingga pukul 12 malam. Kapal kecil modern (boat) bernama Citycats (kapal modern berjenis Catamaran) menelusuri sungai Brisbane menuju dan dari the UQ St.Lucia, sebagai pemberhentian (ferry terminal) terakhir dan pertama untuk rute Citycats menuju pusat kota dan berujung di hilir (downstream). Kereta listrik (KRL) memiliki 4 track yang lebih modern dan tepat waktu ini memiliki sistem yang sama dengan KRL komuter Jakarta begitu juga dengan bus.

CityCycle – Go Green

Menelusuri perumahan penduduk sambil menikmati udara sejuk tak cukup dengan berjalan kaki atau berlari. Kami menyewa sepeda seharga Aus$2 per hari (daily subscription) dan penggunaan di bawah 30 menit tidak dikenai biaya. Jadi, kami mengowes dari satu tempat parkir sepeda (bike station) ke tempat lainnya kurang dari 30 menit. Jika lebih dari 30 menit akan dikenakan biaya tambahan Aus$2. Cara menyewanya sangat mudah dan gampang, yakni masuk ke situs citycycle.com.au lalu isi data diri dilanjut membayar biaya sewa dengan metode pembyaran menggunakan kartu debit. Bersepeda di Brisbane itu sehat, segar, sejuk, hijau, dan hemat energi.

DSCF0578

The UQ St. Lucia

Kampus kami terletak tak jauh dari tempat tinggal, sekitar 10-15 menit menggunakan Citycats atau Bus umum nomor 412. Kampus untuk belajar bahasa Inggris terletak di the Univeristy of Queensland kampus St.Lucia tepatnya di gedung bernama Sir Llew Edward dekat lapangan utama dan gedung utama kampus ini.

Tempat ini sangat bagus untuk belajar bahasa Inggris karena pengajar yang handal dan berpengalaman, fasilitas yang sangat memadai, buku rujukan yang lengkap dan praktis, bahkan bertemu dengan ratusan murid lain dari berbagai negara seperti Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Amerika Latin.

DSCF0458 DSCF0459

Setelah jam belajar selesai, kami bergegas ke kantin utama bernama Main Course untuk makan siang. Ada yang membeli makanan, ada yang membawa makanan sendiri dari apartemen, berkumpul dengan teman dari negara lain di satu meja makan sambil berbincang serta tawa canda nan akrab tentang budaya dan pengalaman masing-masing.

DSCF0471

Kami pun mengikuti beberapa kegiatan belajar bermanfaat bagi pengembangan diri dan wawasan seperti Converstation Class, Australian Cultural Workshop, IELTS Masterclass, dan tergabung dalam UKM kampus (Society and Club) seperti Linguistics Society dan Acoustics Society.

DSCF0423

Toowong Village, City & China Town  

          Tempat kami berbelanja kebutuhan harian yang terdekat bernama Toowong Village, sebuah pusat perbelanjaan terhubung dengan stasiun kereta listrik di lantai bawah dan terdapat perpustakaan umum di lantai atas. Terdapat 3 swalayan besar bernama Woolworths, Coles, dan K-Mart dengan persaingan harga yang cukup kompetitif, sehingga kami harus pintar memilih swalayan mana yang sedang mengadakan diskon – untuk sedikit menghemat uang saku.

DSCF0561

Untuk mendapatkan barang dan belanjaan kebutuhan dapur yang lebih murah, kami pergi ke kota (City) di pasar kaget setiap hari Rabu bernama Wednesday Market. Kami dapat belanja murah langsung dari peternakan dan pertanian seperti sayur, daging, hasil laut hingga buah-buahan. Bila belum puas berbelanja, kami terkadang berjalan kaki menuju pecinanan (China Town) terletak di Yuen’s Market daerah Fortitude Valley sekitar 15 menit naik kereta dari Auchenflower station (stasiun kereta dekat apartemen kami tinggal). Di sini banyak toko yang menjual makanan (sayur, ikan, ayam, dsb.) ataupun bumbu asia terutama Indonesia dan berlabel halal. Kami membeli daging ayam, sapi, kambing di toko bernama Ismail’s Butcher Halal yang letaknya tak jauh dari Yuen’s Market.

Kuliner Indonesia

          Tidak mudah menemukan makanan Indonesia di Brisbane, namun tetap berusaha menghadirkannya dalam keseharian kami. Pagi hari, kami memulai dengan menu ala sendiri seperti nasi goreng, nasi dan telor ceplok atau dadar, atau makanan rumahan. Tak lupa untuk membawa bekal untuk makan siang setelah jam belajar selesai atau berbagai macam buah: anggur, plum, pisang dan buah segar lainnya.

Malam hari, kami memasak sendiri dengan menu daging rendang, ikan bakar, nasi uduk, tempe, ikan asin, teri dan hidangan Indonesia yang luar biasa nikmat. Terkadang kami mengadakan makan malam bersama di kamar dan tiap penghuni menjadi tuan rumah secara bergantian.

DSCF0446

Sebagai obat rindu, kami pernah sesekali makan di restoran Indonesia bernama Sendok Garpu. Letaknya di Indooropilly, melewati 2 stasiun (toowong dan Taringa) naik kereta dari stasiun Auchenflower, turun di stasiun Indooropilly dan keluar lewat exit sebelah kiri. Menu bervariasi dari nasi kapau, nasi uduk ayam kalasan, sate ayam, iga bakar, soto ayam, pecel lele, tempe goreng dan menu menggiurkan lainnya.Tepat di sebelah kanan Sendok Garpu, terdapat toko produk Indonesia menjual indomie, kopi, bumbu, kecap, saus, bahkan rokok.

Bahasa Inggris, Keimigrasian dan tes IELTS

          Minggu pertama, selain beradaptasi dengan lingkungan, kami pun menjalani tes penempatan (placement test) untuk menentukan kelas dan tingkatannya. Setelah hasilnya keluar, kami pun berada di kelas yang berbeda-beda, dari level 4 hingga level 7. Di minggu ini, kami mendapatkan beberapa sesi pengarahan, tur pengenalan kampus, tata cara penggunaan perpustakaan serta fasilitas kampus semisal fotokopi, pencetakan (print), pemindaian (scan), internet dsb.

Kami telah merampungkan 3 sesi program belajar yang berbeda: sesi 1 (5 minggu) untuk General English, sesi 2 (5 minggu) untuk General English atau English for Academic Purposes, sesi 3 (2 minggu) untuk kelas Keimigrasian dan satu hari merupakan tes IELTS, tepat tanggal 7 Mei 2016, sebelum kepulangan ke Indonesia. Kami terima sertifikat hasil ujian IELTS tanggal 20 Mei 2016.

DSCF0461

Tiap sesi tersebut diakhiri dengan ujian: speaking, writing, reading dan listening diakhiri pemberian sertifikat belajar. Dalam sesi 1 dan 2, kami memelajari bahasa Inggris akademik dengan kosakata yang formal bahkan percakapan keseharian (colloquial dan slang). Kami diberikan buku pelajaran gratis (student’s book) dan log in pribadi ke aplikasi internet bernama MEC untuk belajar mandiri (self-study) di luar kelas. Pelajaran bahasa Inggris ini sangat berguna bagi kami untuk dipakai dalam pekerjaan sebagai petugas Imigrasi baik di bandara, pelabuhan, perbatasan maupun di kantor Imigrasi atau kantor pusat (Direktorat Jenderal Imigrasi).

Dalam sesi 3, kelas Keimigrasian diisi oleh Anne Jacques yang mengampu materi paspor, visa, izin tinggal, dan kewarganegaraan Australia. Kami juga mendapat kesempatan belajar dari dosen tamu asal the Griffith University, Dr. Paul Williams tentang Australian Legal System and Globalisation, dari seorang praktisi hukum dan pengacara (solicitor and barister) mengenai Law dan Court of Law, serta dari seorang Ambassador of Multicultural Australian Government Mr. Bobby Withfield, yang menceritakan konsep multikulturalisme Australia dan pengalamannya dari pencari suaka sampai menjadi warga negara.  Dalam 2 hari, kami mengunjungi Pengadilan hingga ke Mahkamah Agung (Supreme Court) di Brisbane, dan kunjungan ke gedung DPR Australia (Parliament Building).

DSCF0457

Selama 1 minggu terakhir, perwakilan DIBP Australia memberikan materi perihal pemeriksaan dokumen keimigrasian, kebijakan dan sejarah keimigrasian Australia selama 3 hari.  Di hari ke-4, kami mengunjungi DIBP Brisbane office untuk mengikuti beberapa sesi pelatihan langsung dari petugas Imigrasi Australia. Acara ini ditutup dengan perpisahan dan pemberian kenang-kenangan dari peserta ke Direktur DIPB Brisbane Office dan sebaliknya.

DSCF0467

Untuk lebih memperdalam lagi, kami tidak hanya mendapat ilmu tentang kosakata dan percakapan, tetapi juga kalimat, pertanyaan, surat-menyurat, tata bahasa, pelatihan menyimak, hingga membaca. Untuk mendukung tugas belajar, kami mengunjungi beberapa perpustakan baik di kampus maupun di luar kampus. Kami belajar bersama di apartemen pada malam hari untuk mengulas dan mengulang pelajaran yang telah diberikan di kelas.

Jelajah Queensland 

Petualangan pertama dimulai di South Bank sebagai tempat rekreasi pertama yang kami kunjungi karena dekat dengan city dan apartemen kami. Tempat hiburan keluarga terintegrasi ini berada di tengah kota dan tepi sungai Brisbane, terdapat pusat budaya, museum, gedung konser musik, gedung pertunjukan, gedung pameran bahkan kolam renang besar yang gratis bertema pantai dan lautan, dilengkapi taman bermain anak, kursi dan meja makan beserta alat panggang untuk barberque.

20160402_120637 20160402_113452

Mengunjungi sesuatu yang unik menjadi tujuan utama kami, namanya Lone Pine, sebuah penangkaran koala dan kangguru terbesar dan tertua di Australia. Di sini kami dapat menyentuh, berdekatan, befoto bareng dengan kangguru serta menggendong koala bak seorang bayi manusia.

DSCF0612

Tak hanya itu, Queensland memiliki sederet pantai yang tidak kalah menarik, sebut saja Gold Coast yang memiliki garis pantai cukup panjang, cocok untuk peselancar, setali tiga uang dengan Broadbeach, Burnleigh beach, Tallebudgera Creek dan Palm beach. Kami pun bereksplorasi ke beberapa pulau nan indah, pun alami, seperti Stradbroke island, Byron bay, Moreton bay, Noosa beach island, Australian zoo, paket Movie World and Seaworld.

DSCF0529

Selain pantai, kami pun mengunjungi bukit dan pegunungan sekitar Queensland. Titik pertama ialah Mount Coo-tha (dibaca: kuta), seperti nama pantai di Bali, berada di ketinggian sekitar 950mdpl (meter dari permukaan air laut), kami dapat melihat seluruh Brisbane, gedung pencakar langit di City, sungai Brisbane yang meliuk hingga deretan pegunungan yang mengitari kota Brisbane.

20160312_103742 DSCF0521

Itulah segudang pengalaman kami dalam belajar, berwisata, bertransportasi, eksplorasi alam, serta jelajah kuliner. Pengalaman yang tak dapat dilupakan sepanjang masa untuk tinggal dan belajar di negeri kangguru dengan kampus yang bereputasi tinggi, didukung dengan pengajar yang mumpuni. Lekas menjadi sesuatu ilmu yang bermanfaat dan berguna bagi diri kami, organisasi, dan bangsa Indonesia. Niscaya secuil bekal dalam kehidupan kami bekerja, berkeluarga dan di akhirat kelak. Amiin!

20160430_174253 20160430_144747 20160312_094435

The Great Explorers:

Ridwan Jazz Arifin (c)2016, Muhammad Umar K., Aditya M. Bhakti, Dandy Radinal K., Ananda Prasetia, Aghnia Fedora, Cut Aurora.

Advertisements

Author: ridwanbahasa

Penggiat Bahasa, Budaya dan Penerjemahan. WTS alias Writer, Trainer dan Speaker.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s