Bandara Kuala Namu: Arti Kata ‘Kuala’

KUALA

Bandar Udara Internasional Kuala Namu yang terletak di Deli Serdang, Sumatera Utara dan memiliki banyak fasilitas baru, secara resmi mulai dioperasikan pada Kamis, 25 Juli 2013.

Pemilihan nama bandara ini berdasarkan masukan dari para tokoh adat dan tokoh masyarakat Karo. Kemudian nama tersebut dibahas dan diusulkan oleh Pemprov dan DPRD yang selanjutnya ditetapkan oleh Menteri Perhubungan. Dalam bahasa Inggris bandara ini bernama Kuala Namu International Airport atau disingkat KNIA.

bandara kuala namu bandara-kuala-namu

Asal Kata KUALA

Kata ‘Kuala’ berasal dari bahasa Melayu yang berarti muara sungai atau pertemuan sungai dengan laut. Sementara ‘Namu’ atau ‘Namo’ berasal dari bahasa Karo yang berarti lubuk. Kuala Namo atau Kuala Namu merupakan kombinasi bahasa dua suku asli Sumtim yang sesuai dengan segi bahasa dua etnis asli penduduk daerah setempat. Jadi, Kuala Namu ialah tempat bertemu.

Bahasa Melayu memilki cakupan penutur yang banyak dan wilayah yang luas: Nusantara dan Semenanjung Malaya. Di Indonesia bahasa Melayu terdiri dari beberapa varian dan dialek mulai dari Aceh, Palembang, Riau, Jambi, Deli, Minangkabau hingga Banjar Kalimantan. Di negara lain, bahasa Melayu pun dipakai di Malaysia, Singapura, Brunei sampai ke selatan Thailand.

bandara-kuala-namu-130708-b

Kembali ke laptop, dalam KBBI IV, 2008, kata ‘Kuala’ memiliki arti tempat pertemuan sungai dengan sungai atau sungai dengan laut; muara sungai; muara bersama-sama dari beberapa aliran menjadi satu. Di Indonesia, penggunaan kata ‘Kuala’ pun tidak sedikit semisal Universitas Syiah Kuala di Aceh, Pelabuhan Kuala Tungkal di Jambi, serta bahasa Banjar di Kalimantan yang terdiri dari 3 komunitas besar yakni Banjar Kuala, Banjar Pahuluan dan bahasa Melayu yang memiliki bermacam dialek pemakaiannya seperti Barito Kuala.

Kata Kuala di Negara Lain

Kata ‘Kuala’ pada ibukota negara Malaysia Kuala Lumpur, juga memiliki arti pertemuan dua sungai: Gombak dan Klang. Sementara ‘Lumpur’ berarti tanah lunak, tanah becek dan kotor. Jadi, Kuala Lumpur ialah pertemuan dua sungai yang berlumpur. Dalam bahasa Melayu, ‘Kuala’ biasanya pertemuan antara sungai yang lebih kecil ukurannya bertemu dengan sungai besar. Selain Kuala Lumpur, daerah di Negeri Kedah malaysia pun bernama Kuala Nerang, pertemuan antara dua sungai yaitu Sungai Pedu dan Sungai Ahning. Setali tiga uang, di Brunei juga terdapat kota bernama Kuala Belait, kota terbesar kedua setelah Bandar Seri Begawan yang juga pertemuan dua sungai.

Kesimpulan

Di Indonesia, bandara internasional besar didominasi dengan nama pahlawan di daerah tersebut di antaranya Soekarno-Hatta, Juanda, Ngurah Rai, Adi Sucipto, Adi Sumarmo. Tak ayal jika ada nama bandara di Indonesia berdasar nama atau istilah daerahnya seperti Bandara Sepinggan di Balikpapan yang berarti ‘piring’ atau ‘sepiring’ dan bandara Polonia (sebelum bandara Kuala Namu) yang berarti Polandia. Mungkinkah KNIA ada kemiripan dengan KLIA (Kuala Lumpur International Airport) di Malaysia?

sumber foto: detik dan antara

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s