Perbedaan ‘Masukan’ dan ‘Masukkan’

Masukkan atau Masukan?

Akhiran -kan
– Memiliki fungsi: membentuk kata imperative (berikan, terangkan), membentuk kata kerja transitif (bungkukkan, acungkan).

– Bila dipasangkan dengan kata kerja akan membentuk makna “melakukan perbuatan…”, seperti: ambilkan.

– Bila dipasangkan dengan kata sifat akan membentuk makna “membuat jadi…”, seperti: damaikan.

– Bila dipasangkan dengan kata benda akan membentuk makna “memasukkan ke…”, seperti: gudangkan.

jadi, ‘masukkan’ (huruf k ditulis dua kali) seperti ‘tegakkan’.
kata ‘masukan’ juga berarti saran.

salam takzim!

11 thoughts on “Perbedaan ‘Masukan’ dan ‘Masukkan’

  1. Ini menarik, tapi saya sebenarnya kurang mengerti. Jadi kapan kita memakai istilah masukkan dan kapan kata masukan dipakai? ada contoh kalimatnya kah?

    • Terima kasih sudah mampir.
      Contoh kalimat:
      “Harap, masukkan air ke dalam botol!”
      “Saya butuh masukan dan kritik yang membangun terkait Bus TransJakarta.”

      semoga membantu! salam kenal! salam takzim!

    • Sepanjang kata kerja (verba) perintah, maka dengan sufiks -kan, semisal, “Bukakan pintu itu untukku!” atau “Letakkan jam tanganmu di atas meja!”. Berbeda dengan “gores” + an = goresan atau “pinang” + an = pinangan, yang membentuk kata benda (nomina). Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s